Umum

Penutupan Pepung Adat (Megou Pak) Luar Biasa

Tulang Bawang: Hari ini tanggal 22 mei 2013, pukul 13.00 wib, bertempat di Gedung Perwatin Megou Pak Tulang Bawang, Bupati Tulang Bawang Ir. Hanan A. Razak, MS menghadiri sekaligus menutup acara Penutupan Pepung Luar Biasa. Bupati mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran Kepengurusan Lembaga Adat Megou Pak Tulang Bawang periode 2011-2015 yang baru saja dikukuhkan oleh para kepala marga kebuaian megou pak tulang bawang.
Lembaga adat megou pak merupakan suatu wadah yang mengelola tentang administrasi, komunikasi dan informasi yang berkaitan dengan masalah-masalah adat, seni dan budaya masyarakat adat megou pak tulang bawang.
Lembaga adat sangat memiliki peranan dan arti yang sangat strategis untuk kelangsungan pelestarian adat, seni, dan budaya kita masyarakat megou pak terlebih lagi ditengah arus zaman yang semakin modern. Oleh karena itu, Bupati menghimbau kepada mayarakat adat megou pak serta masyarakat yang diluar adat megou pak untuk bisa mempertahankan dan melestarian adat istiadat serta seni budaya yang ada di Tulang Bawang, bukan tidak mungkin tatanan kehidupan generasi penerus kita akan meninggalkan bahkan tidak mengenal lagi adat istiadat,  seni dan budaya warisan leluhur masyarakat adat Tulang Bawang.
Bupati mengatakan bahwa, begitu pentingnya keberadaan kepengurusan lembaga adat megou pak ini, sehingga  beliau sangat mengapresiasikan dan sangat berterima kasih kepada seluruh para penyimbang adat, kerabat, dan saudara yang ada di dalam adat megoupak Tulang bawang, yang telah menyelenggarakan kegiatan pepung adat megou pak. Sehingga  melalui pepung adat ini, dapat menghasilkan keputusan yang sangat strategis untuk kita laksanakan dalam rangka melestarikan warisan leluhur yang sangat erat kaitannya dengan tata kelola kehidupan kita sehari-hari.
Garis besar dari acara pepung ini esensinya yaitu memang merupakan budaya adat megou pak dalam membahas persoalan-persoalan yang memerlukan kata kesepakatan. Sudah menjadi kebiasaan leluhur kita dalam mengambil keputusan melalui  media “pepung”, selayaknya pula kita sebagai penerus generasi mampu untuk meneruskan budaya tersebut. Sangatlah baik bilamana dalam mencari solusi penyelesaian dari persoalan melalui musyawarah dan mufakat, pemikiran atau pendapat keputusan bersama akan lebih bijaksana dari pada keputusan individu. (ars ☻)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *